Page 167 - Astramagz - Edisi Oktober 2020
P. 167
PROFIL PENERIMA APRESIASI SATU INDONESIA AWARDS 2011
HERI CHANDRA SANTOSO
KENDAL, JAWA TENGAH
MENGHIDUPKAN SASTRA
DARI DESA BOJA
Sastra, bukan monopoli orang kota.
bukan pula dominasi seniman kesohor.
Masyarakat desa yang sepi akses
informasi, juga bisa dan berhak berbicara
sastra. Itulah semangat pendirian
Komunitas Lereng Medini (KLM), sebuah
komunitas yang memberikan ruang bagi
pelajar desa, belajar sastra dan budaya di
Kecamatan Boja, Kendal, Jawa Tengah.
Adalah Heri Chandra Santosa, kelahiran
Kendal, 22 Mei 1982, yang bersama
karibnya, Sigit Susanto, menggagas
komunitas ini. Heri adalah jurnalis
dan alumni Fakultas Sastra Universitas
Diponegoro Semarang. Adapun Sigit
adalah pegiat kesusastraan asal Boja yang sebagian besar adalah karya sastra, baik
juga moderator milis “Apresiasi Sastra”, sastra
yang kini bermukim di Swiss.
Indonesia maupun asing. “Sebelum
Komunitas Lereng Medini berdiri pada belajar sastra, kita perkenalkan mereka
2008. Medini adalah nama pegunungan dengan bacaan,” kata Heri. Selain
yang melatari kawasan Boja. Langkah melakukan kajian sastra, anggota KLM
membangun komunitas ini, didahului juga membentuk kelompok baca. Yakni
dengan membuka perpustakaan membaca karya sastra bersama-sama.
gratis 23 “Pondok Maos” pada 2006.
Perpustakaan ini memanfaatkan rumah
Sigit di Jalan Raya Bebengan 221,
Desa Bebengan, Boja. Koleksi bukunya
107

