Page 168 - Astramagz - Edisi Oktober 2020
P. 168
PROFIL PENERIMA APRESIASI SATU INDONESIA AWARDS 2011
HAYU DYAH PATRIA
JOMBANG, JAWA TIMUR
PEMBERDAYA GIZI DARI TANAMAN LIAR
Adalah wanita warga Sidoarjo, yang
mengenalkan pemanfaatan tanaman
liar itu kepada warga Galengdowo.
Niat sang nona sederhana saja, “Untuk
melestarikan tanaman liar, sekaligus
memperkuat ketahanan pangan dan
memerangi kekurangan gizi dengan
cara yang masuk akal,” katanya. Masuk
akal karena bisa dikembangkan dengan
mudah, tanpa perlu perlakuan spesial.
Sebagai ahli teknologi pangan, Hayu
Dyah, kelahiran Gresik, 27 Januari
1981, tertantang meningkatkan status
gizi masyarakat. Dia melihat sekeliling,
apa yang mudah dijangkau orang
kebanyakan. Sesungguhnya keterampilan ini tak cuma
berguna untuk warga Galengdowo.
Pilihan jatuh pada tanaman liar. Daun Data Riset Kesehatan Dasar 2010
kastuba, misalnya, berlimpah kandungan mengungkapkan, angka kekurangan
mineral. Lalu, daun krokot, makanan gizi di Indonesia masih tinggi, yakni
kesukaan jengkerik, ternyata kaya 17,9%. Penyebab utamanya adalah
berbagai macam vitamin dan, ini yang kemiskinan. Karena itu, makanan asal
terpenting, senyawa pendongkrak tanaman liar sangat masuk akal untuk
kecerdasan. “Daun krokot banyak dimasyarakatkan. “Tanaman ini bisa
mengandung asam lemak omega-3 untuk didapat tanpa uang. Tinggal petik,
perkembangan sel otak anak,” katanya. tapi kandungan gizinya tak kalah dari
tanaman budidaya,” kata Hayu.
108

