Page 162 - Astramagz - Edisi Oktober 2020
P. 162

PROFIL PENERIMA APRESIASI SATU INDONESIA AWARDS 2010


         MUHAMMAD FARID
         BANYUWANGI, JAWA TIMUR

         SAYUR UNTUK SEKOLAH






                                             membayar sekolah dengan sayur-mayur.
                                             Kalau memang terpaksa boleh sekolah
                                             gratis.

                                             Soal kualitas boleh diadu. Dengan
                                             kurikulum gabungan modern dan pondok
                                             pesantren salafiyah, para siswa bisa
                                             menguasai Bahasa Arab dan menghapal
                                             Al-Qur’an, Bahasa Inggris, Jepang,
                                             serta Mandarin. Inggris menjadi bahasa
         Usianya masih muda, 34 tahun. Tapi pada   pengantar di sekolah. Sepekan sekali
         2005 dia mampu mendirikan SD dan    mereka melakukan kegiatan outbond di
         SMP Alam di bawah Yayasan Banyuwangi   halaman sekolah. “Untuk membangun
         Islamic School di lahan seluas 3.000   karakter kepemimpinan,” kata Farid. Ia
         meter persegi. Ada 70 siswa belajar di   mendirikan sekolah dengan kurikulum
         sana. Farid menjabat Kepala Sekolah SMP   kreatif karena suntuk dengan metode-
         Alam. Pengelolaan SD dia serahkan pada   metode usang di sekolah-sekolah umum.
         sahabatnya,Suyanto. Sekolahnya unik, tak   Gunung Lemongan terletak di Kecamatan
         ada ruang kelas dan bangku. Farid hanya   Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa
         membangun aula, sebuah langgar alias   Timur. Tak kurang dari 6000 hektare areal
         mushala kecil, serta satu sanggar. Sisanya   hutan lindung di sini yang kondisinya
         saung-saung kayu sederhana. Para siswa   kritis, kering dan kerontang. Debit sumber
         bebas belajar di mana saja. Seragamnya   mata air di sembilan danau menurun,
         hanya satu stel untuk Senin dan Selasa.   yang antara lain memicu longsor dan
         Selebihnya pakaian bebas. Siswa tak harus   banjir bandang di Jember pada 2006.
         memakai sepatu, kalau memang tak
         punya. Mayoritas para murid dari keluarga
         kurang mampu sehingga mereka boleh




         102
   157   158   159   160   161   162   163   164   165   166   167