Page 166 - Astramagz - Edisi Oktober 2020
P. 166
PROFIL PENERIMA APRESIASI SATU INDONESIA AWARDS 2011
RATNA INDAH KURNIAWATI
PASURUAN, JAWA TIMUR
MELAWAN DUSTA KUSTA
Amat hanya bisa pasrah ketika suatu hari,
pada 1997, dia mendapati salah satu jari
tangannya tanggal. Jari itu memang telah
mati rasa dan kehilangan fungsi akibat
penyakit kusta. Jadi, saat jarinya copot,
ia tak merasa sakit. Satu per satu jari
yang lain ikut tanggal. Tanpa jari tangan,
warga Desa Rebalas, Kecamatan Grati,
Pasuruan, ini terpaksa bergantung pada
orang tuanya karena cuma bisa bekerja
serabutan. Kadang ia mencari kayu bakar,
kali lain menjadi pemetik sayuran. Tapi itu
tinggal cerita di masa lalu. Sejak Agustus
lalu, Amat–kini 40 tahun–bisa tersenyum.
Ia sudah memiliki usaha sendiri beternak
jangkrik. Per bulan ia bisa panen 26 ada 20 mantan penderita yang sudah
kilogram jangkrik. “Harga jualnya Rp 20 dapat bekerja,” kata Ratna. Menjadi
sampai 30 ribu per kilo,” pungkasnya. perawat sejak 2004, wanita kelahiran 23
April 1980 ini saat itu bertugas sebagai
Wanita berhati mulia yang merupakan perawat dan pengelola program kusta di
perawat di Pusat Kesehatan Masyarakat Puskesmas Grati. Ratna mendata ulang
(Puskesmas) Kecamatan Grati itu tak penderita kusta di wilayah kerjanya,
cuma mengembalikan kehidupan Amat, yang mencakup 9 desa. Ia menghubungi
tapi juga dua mantan penderita kusta mereka satu demi satu untuk mengetahui
lainnya yang juga telah menjadi juragan status terbaru penyakit mereka.
jangkrik. Selain mereka ada dua mantan
penderita kusta yang membuka usaha
menjahit dan menyulam. “Semuanya
106

