Page 165 - Astramagz - Edisi Oktober 2020
P. 165

PROFIL PENERIMA APRESIASI

            SATU INDONESIA AWARDS 2011





          RUSMAWATI
          SERDANG BEDAGAI, SUMATERA UTARA

          MEMBANGUN KEMANDIRIAN LEWAT

          SANGGAR BELAJAR ANAK



          Pesisir Serdang Bedagai, Sumatera Utara.
          Kemiskinan adalah kondisi umum di
          kawasan perkampungan nelayan ini.
          Pendidikan yang layak susah diakses.
          Anak-anak banyak yang putus sekolah.
          Masyarakat setempat punya semboyan
          konyol, “Kerja tak kerja, asal hidup
          enak.” Berbagai situasi itulah yang
          mendorong Rusmawati bergerak.
          Aktivis Hapsari, LSM yang fokus pada
          pemberdayaan perempuan, ini merasa
          harus berbuat sesuatu.

          Dia memulainya dengan mendirikan
          Sanggar Belajar Anak. Perempuan    berdiskusi yang menyangkut persoalan
          kelahiran Desa Bingkat, 2 Februari 1976,   perempuan, ekonomi, sosial, dan budaya
          ini bergerak bersama rekan-rekannya   setempat,” kata Rusmawati. Tak hanya
          yang tergabung dalam Serikat Petani   berdiskusi, mereka juga berkelompok
          Pesisir dan Nelayan (SPPN).        mengelola pinjaman lunak. Dalam empat
                                             tahun terakhir, ada 40 ibu rumah tangga
          Sejak berdiri hingga sekarang, pendanaan   mendapatkan pinjaman Rp 1 juta per
          SBA (honorarium guru dan operasional   orang yang digunakan untuk beternak
          sehari-hari) berasal dari kucuran dana   ayam dan bebek, berkebun sayur di
          Hapsari, organisasi induk SPPN, SPP   rumah, membuat ikan asin peternak pun
          murid yang besarnya bervariasi dari   tersenyum.
          Rp. 8.000-10.000 ribu per bulan, dan
          bantuan dari lembaga asing.“Ibu-ibu
          wali murid juga dilatih berorganisasi dan




                                                                          105
   160   161   162   163   164   165   166   167   168   169   170