Page 186 - Astramagz Edisi Oktober 2021
P. 186

PROFIL PENERIMA APRESIASI SATU INDONESIA AWARDS 2011






           HAYU DYAH PATRIA
           JOMBANG, JAWA TIMUR
           PEMBERDAYA GIZI DARI

           TANAMAN LIAR

                                               Sebagai ahli teknologi pangan, Hayu
                                               Dyah, kelahiran Gresik, 27 Januari 1981,
                                               tertantang meningkatkan status gizi
                                               masyarakat. Dia melihat sekeliling,
                                               apa yang mudah dijangkau orang
                                               kebanyakan.

                                               Pilihan jatuh pada tanaman liar. Daun
                                               kastuba, misalnya, berlimpah kandungan
                                               mineral. Lalu, daun krokot, makanan
                                               kesukaan jengkerik, ternyata kaya
                                               berbagai macam vitamin dan, ini yang
                                               terpenting, senyawa pendongkrak
                                               kecerdasan. “Daun krokot banyak
                                               mengandung asam lemak omega-3
                                               untuk perkembangan sel otak anak,”
                                               katanya.

                                               Sesungguhnya keterampilan ini
                 dalah wanita warga            tak cuma berguna untuk warga
                 Sidoarjo, yang mengenalkan    Galengdowo. Data Riset Kesehatan
           A pemanfaatan tanaman liar          Dasar 2010 mengungkapkan, angka
           itu kepada warga Galengdowo. Niat   kekurangan gizi di Indonesia masih
           sang nona sederhana saja, “Untuk    tinggi, yakni 17,9%. Penyebab utamanya
           melestarikan tanaman liar, sekaligus   adalah kemiskinan. Karena itu, makanan
           memperkuat ketahanan pangan dan     asal tanaman liar sangat masuk akal
           memerangi kekurangan gizi dengan    untuk dimasyarakatkan. “Tanaman ini
           cara yang masuk akal,” katanya. Masuk   bisa didapat tanpa uang. Tinggal petik,
           akal karena bisa dikembangkan dengan   tapi kandungan gizinya tak kalah dari
           mudah, tanpa perlu perlakuan spesial.   tanaman budidaya,” kata Hayu.



           96
   181   182   183   184   185   186   187   188   189   190   191