Page 183 - Astramagz Edisi Oktober 2021
P. 183
PROFIL PENERIMA APRESIASI
SATU INDONESIA AWARDS 2011
RUSMAWATI
SERDANG BEDAGAI, SUMATERA UTARA
MEMBANGUN KEMANDIRIAN LEWAT
SANGGAR BELAJAR ANAK
esisir Serdang Bedagai, Sumatera
Utara. Kemiskinan adalah kondisi
P umum di kawasan perkampungan
nelayan ini. Pendidikan yang layak susah
diakses. Anak-anak banyak yang putus
sekolah. Masyarakat setempat punya
semboyan konyol, “Kerja tak kerja, asal
hidup enak.” Berbagai situasi itulah
yang mendorong Rusmawati bergerak.
Aktivis Hapsari, LSM yang fokus pada
pemberdayaan perempuan, ini merasa
harus berbuat sesuatu.
Dia memulainya dengan mendirikan
Sanggar Belajar Anak. Perempuan
kelahiran Desa Bingkat, 2 Februari 1976,
ini bergerak bersama rekan-rekannya
yang tergabung dalam Serikat Petani
Pesisir dan Nelayan (SPPN).
Sejak berdiri hingga sekarang, ekonomi, sosial, dan budaya setempat,”
pendanaan SBA (honorarium guru kata Rusmawati. Tak hanya berdiskusi,
dan operasional sehari-hari) berasal mereka juga berkelompok mengelola
dari kucuran dana Hapsari, organisasi pinjaman lunak. Dalam empat tahun
induk SPPN, SPP murid yang besarnya terakhir, ada 40 ibu rumah tangga
bervariasi dari Rp. 8.000-10.000 ribu mendapatkan pinjaman Rp 1 juta per
per bulan, dan bantuan dari lembaga orang yang digunakan untuk beternak
asing.“Ibu-ibu wali murid juga dilatih ayam dan bebek, berkebun sayur di
berorganisasi dan berdiskusi yang rumah, membuat ikan asin peternak pun
menyangkut persoalan perempuan, tersenyum.
93

