Page 202 - Astramagz - Edisi Oktober 2020
P. 202
PROFIL PENERIMA APRESIASI SATU INDONESIA AWARDS 2017
RITNO KURNIAWAN
PADANG PARIAMAN, SUMATERA BARAT
TRANSFORMER PEMBALAK LIAR
melihat Hutan Gamaran, Padang
Pariaman, digunduli. Setiap hari
tak kurang 15-20 balok kayu
dihanyutkan di sungai. Tapi,
semangatnya muncul setelah ia
menyaksikan keindahan sejumlah
air terjun di Hutan Gamaran, salah
satunya Nyarai. Ia ingin membangun
kawasan ekowisata. Ritno
memulainya dengan membentuk
Pokdarwis (kelompok sadar wisata)
Ritno Kurniawan pulang kampung bukan LA Adventure (Lubuk Alung) pada
karena sulit mendapatkan pekerjaan. Pria Agustus 2013. Tak mudah mengawalinya.
berusia 31 tahun ini justru menciptakan Ninik mamak mencurigai motif Ritno. Para
pekerjaan baru. Ia mengubah para pemuda dan pembalak takut kehilangan
pembalak liar menjadi pemandu wisata pendapatan. Pada akhirnya Ritno berhasil
di Kawasan Ekowisata Nyarai, Lubuk meyakinkan mereka. Dulunya, para
Alung, Padang Pariaman, Sumatera pembalak mendapatkan Rp 150 ribu per
Barat. Ia kini memimpin 170 pemandu, minggu, kini sebagai pemandu wisata
80 persennya mantan pembalak liar. mereka bisa mendapatkan Rp 50-80 ribu
Kawasan ekowisata ini juga mulai ramai per hari. Hutan aman, lingkungan terjaga,
pengunjung. Sebulan, rata-rata ada pendapatan dan ekonomi Lubuk Alung
1.500-2.000 wisatawan berkunjung pun berkembang.
ke sana. Keberhasilan ini bermula dari
keprihatinan Ritno saat pulang kampung,
usai menamatkan pendidikannya di
Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah
Mada, Yogyakarta, pada 2012 lalu. Ia
142

