Page 205 - Astramagz - Edisi Oktober 2020
P. 205
PROFIL PENERIMA APRESIASI SATU INDONESIA AWARDS 2017
PPILAR
BENGKULU, BENGKULU
PENYULUH PENANGKAPAN IKAN SIDAT
RAMAH LINGKUNGAN
per kilogram. Kualitasnya pun lebih baik,
dan ikan sidat bisa dibesarkan hingga
layak konsumsi (200 gram). “Sudah
layak diekspor,” kata Randi dan Rego.
Sebelum ini, sejak 2006, kebanyakan
nelayan di sana menggunakan setrum.
Ikan hasil tangkapannya dalam keadaan
mati. Harganya pun hanya Rp 20 ribu per
kilogram. Selain itu, sebagian ikan sidat
yang dibesarkan akan dilepaskan kembali
ke muara. “Itu adalah pajak kami kepada
alam,” ujar mereka, selaku pengelola
kolam pembesaran ikan sidat. Kini sudah
20 nelayan yang bergabung di PPILAR,
15 orang di Kota Bengkulu, di Bengkulu
Tiga pemuda bergabung dalam Utara sebanyak 2 orang, dan di Bengkulu
Pelopor Penangkapan Ikan Sidat Liar Selatan sebanyak 3 orang. Rata-rata,
(PPILAR) di Bengkulu. Mereka adalah seorang nelayan bisa menangkap 15-25
Randi Anoma Putra, Akri Erfianda, dan kg ikan sidat per minggu.
Rego Damantara. Sejak 2016, mereka
menyosialisasikan penangkapan ikan
sidat ramah lingkungan dengan alat
tradisional, Bubu, kepada nelayan Desa
Rawa Makmur dan Arga Makmur,
Bengkulu. Ikan sidat masih hidup ketika
ditangkap. Dalam keadaan hidup, ikan
sidat dihargai cukup mahal, Rp 45 ribu
145

