Page 199 - Astramagz - Edisi Oktober 2020
P. 199

PROFIL PENERIMA APRESIASI

            SATU INDONESIA AWARDS 2017





          RONALDUS ASTO DADUT
          TAMBOLAKA, NUSA TENGGARA TIMUR

          RELAWAN EDUKASI PREVENTIF

          BAHAYA HUMAN TRAFFICKING DARI

          TAMBOLAKA



                                                       tersebut, kebanyakan
                                                       perempuan, dalam keadaan
                                                       depresi dan tidak terurus.
                                                       Pada tahun itu juga, pria 25
                                                       tahun ini bersama teman-
                                                       temannya mendirikan
                                                       Jaringan Relawan untuk
                                                       Kemanusiaan (J-RUK)
                                                       Sumba. Sampai kini, mereka
                                                       sudah memberikan berbagai
                                                       penyuluhan mengenai
                                                       Pola Hidup Bersih dan
                                                       Sehat (PHBS) dan sosialisasi
                                                       pencegahan human
                                                       trafficking (perdagangan
                                                       manusia). Sebanyak
          Nusa Tenggara Timur merupakan salah          2.889 anak mendapatkan
          satu kantong pekerja migran. Tapi,   pembekalan mengenai kebersihan dan
          Ronaldus Asto Dadut tak mengira nasib   kesehatan, dan 5.307 orang dewasa
          mereka begitu buruknya. Suatu hari, pada   sudah mendapatkan penyuluhan
          2014, semasa Asto kuliah di Fakultas   mengenai pencegahan praktik human
          Kesehatan Masyarakat, Universitas Nusa   trafficking. Ke depan, Asto ingin
          Cendana, Kupang, dia diminta seorang   mendirikan rumah singgah bagi anak-
          dosen dari Kampus Unwira Kupang,   anak di Nusa Tenggara Timur.
          untuk menjemput korban human
          trafficking yang telah disekap selama 3
          bulan. Ia kaget mendapati 15 korban



                                                                          139
   194   195   196   197   198   199   200   201   202   203   204