Page 135 - Astramagz Edisi Oktober 2021
P. 135
PENGGERAK BUDIDAYA
LOBSTER BERBASIS IoT
etika masih menjadi mahasiswa
di Fakultas Perikanan dan Ilmu
K Kelautan Universitas Brawijaya,
Hendra menemukan kenyataan miris.
Berubahnya peraturan mengenai kapal
asing tak boleh lagi membeli ikan
kerapu langsung ke keramba nelayan
pada 2015 lalu membuat nelayan kerapu
di Situbondo, Jawa Timur kehilangan
pekerjaannya.
Di sisi lain, Hendra melihat potensi
lobster di Indonesia. Selain lobster
dewasa, benih lobster menjadi buruan
para nelayan. Perburuan dilakukan
secara legal maupun ilegal. Bahkan,
benur lobster dari Indonesia banyak yang Hendra (26) saat mendampingi nelayan di keramba
diekspor secara ilegal ke luar negeri, lobster yang berada di Kab. Situbondo, Jawa Timur.
terutama ke Vietnam. Penangkapan
secara gila-gilaan ini berdampak kepada
nelayan pencari lobster karena angka
buruan mereka turun drastis. Sambil mengumpulkan data, Hendra
dan rekannya juga mengukur keadaan
Hendra ingin menyelesaikan kedua air, dan suhu di sana. Dua hal tersebut
masalah itu sehingga pada 2015, ia ia lakukan untuk mengkalkulasikan
memulai kuliah kerja nyata bersama satu tempat yang layak dan cocok untuk
rekan kuliahnya dan memilih Situbondo lobster berkembang. Selama dua
untuk menjadi daerah penelitian. tahun penelitian, Hendra dan rekannya
Hendra yang juga merupakan anak dari bisa membuat sebuah kotak sensor
nelayan ini mulai mengumpulkan data berbasis Internet of Things (IoT) untuk
data potensi lobster. mengontrol kualitas air.
45

