Page 137 - Astramagz Edisi Oktober 2021
P. 137
Dengan teknologi Lobstech berbasis KEUNGGULAN TEKNOLOGI LOBSTECH:
IOT, produksi bisa meningkat 50 persen.
Waktu pembesaran lobster pun bisa
dihemat setengahnya, menjadi 3 bulan
untuk sekali panen. Beratnya pun
bertambah, karena dengan sistem itu,
berat 100 gram bisa didapat dalam
waktu satu bulan.
Teknologi Lobstech sudah digunakan ke
sejumlah daerah. Tercatat 20 keramba
darat dan 80 keramba laut di Kabupaten
Situbondo, 50 keramba di Kabupaten
Pacitan, 40 keramba di Kabupaten
Jember, 40 keramba di Lombok, Nusa
Tenggara Barat. Total panen pun bisa Lobstech adalah alat pengukur suhu, ph, dan kadar
mencapai 1,5 ton per 4-6 bulan. Angka asam air laut yang dibuat oleh Hendra dan timnya
untuk mempermudah nelayan dalam mengontrol
itu tergantung dari ukuran benih budidaya lobster yang ada di laut Kab, Situbondo,
lobster. Hendra pun kini sudah punya 15 Jawa Timur.
pegawai.
Dalam 2-3 tahun mendatang, Lobstech 1. Memaksimalkan budidaya lobster
ingin teknologinya bisa bisa dipakai dengan menggunakan sistem kontrol
semua pembudidaya lobster di mekanis dan biologis sehingga
Kabupaten Situbondo, Kabupaten kualitas air tetap terjaga serta limbah
Jember, dan Kabupaten Pacitan. budidaya bisa berkurang drastis.
Lobstech ingin ada 3.000 keramba 2. Menggunakan sistem filtrasi karbon
terinstal teknologi IOT di Situbondo. aktif, ziolit dan substrat.
3. Mengontrol sensor untuk menjaga
Untuk jangka panjang, Lobstech ingin kualitas air (PH, Salinitas, DO, Suhu).
teknologinya dipakai oleh nelayan 4. Kualitas air yang terjaga dengan
maupun pembudidaya lobster di baik akan meningkatkan efisiensi
seluruh Indonesia. Sistem teknologinya pemberian pakan sehingga
akan lebih ditingkatkan dan bisa menurunkan cost produksi.
menyesuaikan di seluruh perairan 5. Menerapkan sistem EDU (extreme
laut di Indonesia. Kini, Hendra sedang density unit).
melakukan penjajakan dengan 6. Harganya murah.
sebuah perusahaan dari Jerman untuk 7. Mudah digunakan oleh nelayan.
mengembangkan sensor yang tingkat 8. Meningkatkan keberhasilan pembenihan
akurasinya lebih tinggi. dan mengurangi limbah perikanan.
47

