Page 223 - Astramagz Edisi Oktober 2021
P. 223

PPILAR
        BENGKULU, BENGKULU
        PENYULUH PENANGKAPAN IKAN

        SIDAT RAMAH LINGKUNGAN

             iga pemuda bergabung dalam
             Pelopor Penangkapan Ikan
        T Sidat Liar (PPILAR) di Bengkulu.
        Mereka adalah Randi Anoma Putra,
        Akri Erfianda, dan Rego Damantara.
        Sejak 2016, mereka menyosialisasikan
        penangkapan ikan sidat ramah
        lingkungan dengan alat tradisional,
        Bubu, kepada nelayan Desa Rawa
        Makmur dan Arga Makmur, Bengkulu.
        Ikan sidat masih hidup ketika
        ditangkap. Dalam keadaan hidup,
        ikan sidat dihargai cukup mahal,
        Rp 45 ribu per kilogram. Kualitasnya
        pun lebih baik, dan ikan sidat bisa
        dibesarkan hingga layak konsumsi
        (200 gram). “Sudah layak diekspor,”
        kata Randi dan Rego. Sebelum ini,
        sejak 2006, kebanyakan nelayan di
        sana menggunakan setrum. Ikan hasil
        tangkapannya dalam keadaan mati.
        Harganya pun hanya Rp 20 ribu per
        kilogram. Selain itu, sebagian ikan
        sidat yang dibesarkan akan dilepaskan
        kembali ke muara. “Itu adalah pajak   di Bengkulu Utara sebanyak 2 orang,
        kami kepada alam,” ujar mereka, selaku   dan di Bengkulu Selatan sebanyak 3
        pengelola kolam pembesaran ikan sidat.   orang. Rata-rata, seorang nelayan bisa
        Kini sudah 20 nelayan yang bergabung   menangkap 15-25 kg ikan sidat per
        di PPILAR, 15 orang di Kota Bengkulu,   minggu.




                                                                          133
   218   219   220   221   222   223   224   225   226   227   228