Page 221 - Astramagz Edisi Oktober 2021
P. 221
ANJANI SEKAR ARUM
BATU, JAWA TIMUR
ANJANI, SI BATIK BANTENGAN
atik Bantengan adalah hasil
gabungan dari bakat, keahlian,
B ketekunan, dan cinta. Anjani
Sekar Arum memulainya pada Agustus
2014 dengan mendirikan sanggar
dan galeri batik Andaka di Kota Batu,
Malang. Ia mendesain sendiri motif kain
batik Bantengan. Ia mewarisi bakat
melukis ayahnya. Tapi, perempuan 26
tahun ini juga mengasah keahliannya
di Jurusan Seni dan Desain, Fakultas
Sastra, Universitas Negeri Malang. Anjani
mulai membatik pada 2010, tapi baru
pada 2014 ia bisa berpameran. Dari
54 kain, ia menyisakan satu lembar.
Persoalan datang ketika Istri Walikota
Batu, Dewanti Rumpoko, mengajaknya
pameran di Praha, Republik Ceko. Dua
pekan menuju hari H, Anjani cuma menghasilkan 45 lembar kain batik.
sanggup membuat 10 lembar kain. Setiap lembar dijual Rp 300 ribu-750
Ternyata tidak mudah mencari pembatik ribu. Dari setiap kain yang terjual,
yang tekun dan bagus. Pada tahun 2015, Anjani hanya mengambil 10 persen.
ia bertemu dengan Aliya, gadis berusia Uang itu digunakannya untuk membeli
9 tahun yang tertarik mempelajari cara kain, pewarna, dan perlengkapan lain.
membatik. Sejak itu, Anjani memilih Selebihnya menjadi hak para pembatik
melatih anak-anak menjadi pembatik anak-anak. Tak jarang, Anjani menguras
di sanggarnya. Sampai kini, sudah 58 gajinya yang tak seberapa sebagai
anak yang belajar di sanggarnya, 28 guru honorer di SMPN I Batu yang tak
di antaranya menjadi pembatik aktif. seberapa untuk menambal berbagai
Setiap bulan, Sanggar Andana rata-rata biaya sanggarnya.
131

