Page 40 - Astramagz - Edisi Oktober 2020
P. 40
| RELASI |
Keberlangsungan Media dan
Profesi Jurnalis pada Masa Depan
Guna meningkatkan kualitas dan profesionalisme wartawan di Indonesia,
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) bekerja sama dengan Astra
menyelenggarakan Safari Jurnalistik 2020.
stra mendukung kegiatan ini sejak
2012 dengan tujuan agar kualitas
A pemberitaan wartawan yang ada
pada media massa semakin baik. Safari
Jurnalistik 2020 diselenggarakan secara virtual
dari Sekretariat PWI Pusat Jakarta sebanyak
tiga kali, yaitu pada 14 Oktober, 22 Oktober,
dan 4 November 2020.
Tak tanggung-tanggung, penyelenggaraan
Safari Jurnalistik 2020 kali ini menghadirkan
narasumber tokoh-tokoh pers nasional yang
sudah malang-melintang di dunia jurnalistik
Indonesia. Antara lain, Dahlan Iskan yang 1
dikenal sebagai begawan pers Indonesia
sekaligus pendiri Jawa Pos Group, Budiono
Darsono yang merupakan Presiden Komisaris
kumparan.com, dan pendiri kapanlagi.com survive di tengah pandemi ini,” kata Budiono. (1) Dahlan Iskan menyerukan
Steve Christian. Dalam kegiatan ini, hadir pula Dahlan Iskan juga mengatakan bahwa bahwa apa pun medianya,
mutlak yang diperlukan pada
Ketua Umum PWI Pusat Atal S. Depari dan profesi jurnalis pada masa depan akan sebuah media adalah kualitas
jajaran pengurus PWI Pusat, serta Head of tetap dibutuhkan. “Itu karena manusia dan mampu membangun
pribadi yang bereputasi baik.
Corporate Communications Astra Boy Kelana memiliki naluri ingin tahu dan ingin bersosial.
Soebroto. Sepanjang manusia memiliki dua sifat itu, (2) Sementara itu Budiono
Darsono mengatakan bahwa
media masih diperlukan. Agar ego tidak agar media dapat tetap survive
MEDIA DAN WARTAWAN HARUS PUNYA merusak profesi jurnalis, wartawan harus di masa pandemi ini, media
dan wartawan harus memiliki
KUALITAS mengikatkan diri pada kode etik,” tambah excellent journalism.
Dahlan Iskan memaparkan bahwa apa pun Dahlan.
medianya, baik itu media cetak, radio, Budiono Darsono pun percaya bahwa
televisi, maupun media daring, hal yang profesi wartawan tidak akan pernah mati.
paling penting adalah kualitasnya. “Apa pun “Sebab, pekerjaan jurnalistik berbeda. Kita
medianya, kualitas nomor satu. Media, dalam bekerja dengan aturan yang sudah ditata.
hal ini yang berbentuk tulisan, diperhatikan
pula tulisan yang enak dibaca, tulisan yang
penting dibaca, dan penyajian tulisannya
harus menarik. Penting juga bagi media untuk
memiliki pribadi yang bereputasi baik,” ujar
Dahlan Iskan.
Sependapat dengan Dahlan Iskan, Budiono
Darsono pun menjelaskan bahwa mutu
jurnalisme yang berkualitas menjadi nomor
satu. “Justru di tengah situasi sekarang ini,
media harus menjaga kredibilitasnya. Apa
pun nama medianya, mau tidak mau harus
berpegang pada peningkatan mutu atau
kualitas jurnalisme (excellent journalism). 2
Itulah kata kuncinya agar media tetap bisa
38
Edisi 10 | Oktober 2020 www.astra.co.id

