Page 35 - Astramagz - Edisi Oktober 2020
P. 35

| EKSKLUSIF |




                              keterkaitan antara DBD dan COVID-19 serta   serologi COVID-19 positif palsu di antara
                              bagaimana menanggulanginya.               pasien dengue/COVID-19. Ada pula
                                 Professor of Emerging Infectious Diseases   observasi di Bali bahwa antara virus DENV
                              Infection Biology Department LSHTM        dan SARS-CoV-2 bisa terjadi koinfeksi. Para
                              Martin L. Hibberd mengungkapkan bahwa     tenaga kesehatan pun perlu mewaspadai hal
                              DBD telah menyebar di seluruh dunia,      ini. Sebabnya, koinfeksi COVID-19 dan DBD
                              termasuk Indonesia, melalui urbanisasi dan   dampaknya bisa berbahaya pada tingkat
                              perjalanan. Beliau menyebutkan ada 10 kota   kematian pasien,” kata Dr. Tedjo Sasmono.
                              di Indonesia dengan kasus DBD terbanyak.    Para ahli yang hadir sebagai pembicara
                              Profesor Martin Hibberd juga membahas     sepakat bahwa solusi menanggulangi DBD
                              keterkaitan antara virus dengue dengan    pada masa pandemi COVID-19 adalah
                              virus Zika dan virus SARS-CoV-2, penyebab   melakukan upaya pencegahan penularan
                              penyakit COVID-19.                        dengan pengendalian vektor penyakit
                                 Sementara itu Joseph Biggs dari LSHTM   atau nyamuk pembawa virus. Partisipasi
                              mengemukakan bahwa dalam mendiagnosis     dari masyarakat sangat dibutuhkan
                              DBD hanya dengan tes diagnostik tunggal   dalam upaya pengendalian vektor ini.
                              akan menyulitkan. Disarankan penggunaan   Kemudian, pentingnya diagnosis DBD sejak
                              dua tes, yaitu kombinasi antara molecular   awal dengan melakukan pemeriksaan
                              test dan serological diagnostic test,     kombinasi rapid diagnostic test (RDT) dan
                              agar diagnosis DBD dapat diketahui        tes laboratorium. Ketika diagnosis DBD
                              dengan cepat.                             sudah diketahui sejak awal, perawatan atau
                                                                        pengobatan yang tepat sasaran bisa segera
                               KEMIRIPAN GEJALA                         langsung dilakukan.
                              Professorial Research Fellow LBM Eijkman
                              Professor David H. Muljono menyatakan      JUMANTIK DI KBA
                              bahwa ada kemungkinan kesamaan gejala     Sebagai partisipasi masyarakat dalam upaya
                              antara DBD dengan COVID-19 yang dilihat   pengendalian vektor, Astra menggerakkan
                              dari aspek siklus dan pathophysiological.   para juru pemantau jentik (jumantik) yang
                              Beliau juga menambahkan, DBD dan          tersebar di 112 Kampung Berseri Astra
                              COVID-19 memiliki sejumlah perbedaan      (KBA) di seluruh Indonesia. Jumantik, yang
                              secara klinis dan laboratorium, seperti pola   merupakan program rutin posyandu, akan
                              demam yang berbeda, sakit kepala yang     mendatangi rumah masyarakat sekitar untuk
                              lebih berat pada pasien DBD dibanding     memantau sumber air yang berpotensi
                              COVID-19, dan nyeri atau sakit bagian perut   menjadi sarang nyamuk.
                              lebih berat pada pasien DBD dibanding       Astra berharap dengan pembentukan
                              COVID-19.                                 Unit Dengue LBM Eijkman dapat semakin
                                 Kemudian, Senior Researcher LBM        mendukung penelitian yang kondusif
                              Eijkman Dr Tedjo Sasmono menjelaskan      untuk perkembangan diagnosis dengue
                              bahwa ada kemungkinan reaktivitas silang   di Indonesia. Terutama dengan adanya
                              antibodi pada pasien COVID-19 dan DBD.    dukungan perkembangan teknologi
                              “Ada bukti bahwa reaktivitas silang antara   era digital yang diharapkan mampu
          (2) Dengue Research Unit LBM   DENV dan SARS-CoV-2 menyebabkan   menciptakan berbagai teknologi diagnosis
          Eijkman Jakarta.                                              baru dalam menunjang pengendalian
                                                                        penyakit dan penanganan wabah di
                                                                        Indonesia.
                                                                          Kerja sama Astra bersama LSHTM dan
                                                                        LBM Eijkman sejak 2018 ini dilakukan untuk
                                                                        meningkatkan kesehatan masyarakat di
                                                                        Indonesia, yang sejalan dengan cita-cita
                                                                        Astra untuk sejahtera bersama bangsa.




                                                                               Astra menggerakkan para juru
                                                                               pemantau jentik (jumantik) yang
                                                                               tersebar di 112 Kampung Berseri Astra
                                                                         (KBA) di seluruh Indonesia.
           2



                                                           33
                                        www.astra.co.id                 Edisi 10 | Oktober 2020
   30   31   32   33   34   35   36   37   38   39   40