Page 209 - Astramagz Edisi Oktober 2021
P. 209

TUTUS SETIAWAN
        SURABAYA - JAWA TIMUR
        PEMBUKA MATA TUNA NETRA




                enjadi tunanetra itu artinya
                menghadapi banyak
        M hambatan dalam menjalani
        kehidupan. Dunia menjadi gelap di mata
        mereka. Beban itu menjadi bertambah
        ketika menghadapi stigma di masyarakat
        yang seringkali membuat pedih di hati.

        Adalah Tutus Setiawan (35), penyandang
        tuna netra sejak usia 8 tahun, yang mulai
        memikirkan kemajuan teman-teman
        sesama tuna netra. “Saya mendirikan
        komunitas ini sejak tahun 2003. Waktu
        itu saya masih kuliah. Saya melihat
        permasalahan teman-teman disabilitas
        tunanetra di Surabaya ini sangat banyak,
        terutama kami mengalami diskriminasi   Tutus ingin mendobrak stigma masyarakat
        dalam banyak hal,” ujar Tutus yang kini   bahwa penyandang disabilitas tuna netra
        sudah menyelesaikan pendidikan S2-nya   tidak hanya bisa bekerja di sektor informal
        di UNESA (Universitas Negeri Surabaya).  seperti tukang pijat, menjadi guru atau
                                            pemain musik. Mereka punya potensi
        Tutus lalu mengajak 4 orang temannya   lebih untuk berkarier di bidang-bidang
        sesama tuna netra, yaitu Sugi Hermanto,   yang lebih luas.
        Atung Yunarto, Tantri Maharani dan
        Yoto Pribadi untuk mendirikan LPT   Hasilnya sungguh luar biasa. Contohnya,
        (Lembaga Pemberdayaan Tunanetra).   Alfian (17), siswa kelas 3 IPS SMA Negeri
        Lembaga itu menjadi wadah bagi      8 Surabaya yang rajin berlatih dan
        tunanetra di Surabaya untuk terus   mendalami Teknologi Informasi di LPT
        belajar dan berlatih meningkatkan   berhasil menjadi Juara II dalam ajang
        kemampuannya agar bisa eksis di     Global IT Challenge di Jakarta beberapa
        masyarakat.                         waktu lalu.


                                                                          119
   204   205   206   207   208   209   210   211   212   213   214