Page 95 - Astramagz - Edisi Oktober 2020
P. 95
PENDONGENG
KREATIF UNTUK
ANAK MALUKU
ada 1999, Eklin sebenarnya
merasakan kerusuhan yang
Psempat terjadi di Ambon. Saat
Eklin Amtor de Fretes itu masih sangat kecil, Eklin dan
sangat percaya bahwa keluarga pun tinggal di kawasan
mayoritas Islam. Padahal ia dan
perdamaian dan toleransi keluarga beragama Kristen Protestan.
itu tidak akan pernah ada, Untungnya rumahnya tidak dibakar
oleh para perusuh. Menurut Eklin,
tanpa ada pertemuan dan saat itu, justru tetangga yang
mayoritas Islam itu, ikut berjaga di
diskusi. rumah Eklin, sehingga rumah Eklin
terlindungi.
Ia pun ingat saat tetangganya, seorang
nenek beragama Islam yang tinggal
di dekat rumahnya. Nenek itu sangat
berkesan bagi Eklin karena sang
nenek sering menceritakan kisah-kisah
perdamaian pada Eklin. Melihat sosok
nenek itu, Eklin pun akhirnya menyukai
kegiatan berkisah. Dan saat besar,
ia juga semakin suka bercerita. Latar
belakang nenek itu yang berbeda sekali
dengan Eklin dan tetap baik padanya,
35

