Page 27 - Astramagz - Edisi September 2020
P. 27
| EKSKLUSIF |
peningkatan kerugian kredit bermasalah pada sebesar Rp11,4 triliun dibandingkan semester
bisnis pembiayaan konsumen dan alat berat. pertama 2019, sudah termasuk keuntungan
Penurunan harga batu bara juga menekan bisnis penjualan saham Bank Permata. Namun apabila
Divisi Alat Berat, Pertambangan, Konstruksi dan keuntungan penjualan saham Bank Permata
Energi. Laba bersih Grup dari divisi ini menurun tidak dimasukkan, laba bersih Grup turun 44%
sebesar 29% menjadi Rp2,4 triliun. jadi Rp5,5 triliun.
Penurunan pendapatan jalan tol memenga
ruhi Divisi Infrastruktur dan Logistik hingga NERACA KEUANGAN GRUP TETAP KUAT
mencatatkan kerugian bersih Rp88 miliar Meski begitu, Djony Bunarto Tjondro menekan
di bandingkan periode yang sama 2019 Rp83 kan neraca keuangan Grup Astra tetap kuat
miliar. Laba bersih segmen Teknologi Informasi di tengah pandemi ini dengan tersedianya
Grup juga turun 64% menjadi Rp16 miliar karena komitmen fasilitas pinjaman Rp38,6 triliun.
penurunan pendapatan bisnis solusi dokumen Sementara itu, modal belanja/capex Grup Astra
dan layanan perkantoran PT Astra Graphia Tbk pada tahun ini ditetapkan sebesar Rp10 triliun,
(AG) yang 76,9% sahamnya dimiliki perseroan. setengah dari capex tahuntahun sebelumnya.
Namun, ada unit bisnis yang memberi harap Grup Astra memiliki 3 prioritas jangka waktu
an dengan adanya peningkatan laba bersih. pendek dalam menghadapi tantangan dan
Antara lain Divisi Agribisnis Grup dengan laba ketidak pastian masa pandemi COVID19 ini.
bersih naik signifikan Rp312 miliar dibandingkan Pertama memastikan keselamatan dan kesehat
semester pertama 2019, akibat tingginya an para karyawan selama pandemi. Grup Astra
harga minyak kelapa sawit. Divisi Properti pun juga sudah mengadopsi berbagai tindakan
melaporkan peningkatan laba bersih dari Rp32 kesehatan dan keselamatan. Sebab, karyawan
miliar jadi Rp71 miliar, karena tingginya tingkat adalah kekuatan dari Grup Astra.
hunian Menara Astra dan pengakuan laba “Kemudian kami juga terus memantau posisi
proyek pengembangan Asya Residences. likuiditas dan tingkat utang di setiap bisnis Grup
Sayangnya, peningkatan di kedua divisi ini Astra dengan cermat. Kami mengambil langkah
belum dapat mengatasi penurunan yang terjadi. langkah dengan fokus untuk mengurangi risiko
Dalam laporan kinerja keuangan konsolidasian operasional dan keuangan. Berbagai tindak
Grup Astra, pendapatan bersih pada semester an juga diambil untuk mengelola biaya dan
pertama 2020 turun 23% jadi Rp89,8 triliun menjaga tingkat kas, termasuk mengurangi
dibandingkan periode sama tahun lalu. Laba belanja modal dan mengelola modal kerja,”
bersih Grup Astra memang meningkat 16% tutup Djony Bunarto Tjondro.
(2) Head of Corporate Investor
Relations Astra, Tira Ardianti
2 pada saat memaparkan materi
presentasi.
Ada unit bisnis yang memberi harap an dengan adanya peningkatan laba bersih.
Antara lain Divisi Agribisnis Grup dengan laba bersih naik signifikan Rp312
miliar dibandingkan semester pertama 2019, akibat tingginya harga minyak
kelapa sawit. Divisi Properti pun melaporkan peningkatan laba bersih dari Rp32
miliar jadi Rp71 miliar, karena tingginya tingkat hunian Menara Astra dan
pengakuan laba proyek pengembangan Asya Residences.
25
www.astra.co.id Edisi 9 | September 2020

